Penting bagi kalian untuk selalu melakukan perencanaan dan persiapan sebaik dan setepat mungkin sebelum memulai sesuatu agar bisa mendapatkan hasil terbaik seperti yang kalian harapkan. Tidak hanya itu, perencanaan dan persiapan tersebut juga bisa kalian gunakan sebagai tindakan antisipasi untuk menghindari kemungkinan terburuk yang bisa terjadi. Misalnya, dalam startup kalian wajib mengetahui Return on Investment (ROI) dan juga bagaimana cara menghitungnya dengan tepat guna mengetahui apakah startup yang kalian jalani dan miliki tersebut memberikan keuntungan atau kerugian untuk kalian.
Namun, sebelum itu mungkin masih ada diantara kalian yang belum tahu apa itu sebenarnya Return on Investment (ROI) dan bagaimana cara menghitungnya dengan benar dan tepat. Untuk itu, melalui kesempatan ini kami ingin memberitahukan kepada kalian tentang Mengenal Apa itu Return on Investment (ROI) dalam Startup dan Cara Menghitungnya. Mari langsung saja simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah ini.
Apa itu Return on Investment (ROI)?
Return on Investment (ROI) atau yang dalam Bahasa Indonesia berarti keuntungan atau laba dari investasi adalah sebuah cara yang bisa memperkirakan tingkat pengembalian atas sebuah investasi yang kalian lakukan. Dengan Return on Investment ini, kalian bisa memperkirakan dan menghitung seberapa besar timbal balik berupa keuntungan maupun kerugian yang akan kalian dapatkan dari dana investasi yang kalian keluarkan.
Perhitungan dan perkiraan yang diambil dari Return on Investment (ROI) ini akan memperlihatkan seberapa besar persentase keuntungan bersih yang kalian dapatkan dalam menjalankan startup. Jika besar persentase dari Return on Investment (ROI) yang kalian dapatkan dari startup tersebut menunjukkan angka atau nilai yang positif, itu berarti startup yang kalian jalankan berhasil karena memberikan keuntungan. Namun, bila sebaliknya dimana besar persentase dari Return on Investment (ROI) nya menunjukkan angka atau nilai yang negatif, itu berarti startup nya gagal karena malah merugikan kalian.
Dari hasil perhitungan dan perkiraan Return on Investment (ROI) yang kalian dapatkan tersebut, maka kalian pun bisa mengambil keputusan yang tepat dan sesuai, apakah startup yang kalian jalankan tersebut bisa tetap dijalankan sebagaimana mestinya dan memberikan keuntungan bagi kalian atau justru malah tidak berkembang dan merugikan kalian, sehingga kalian perlu mencari solusi untuk mengatasi kerugian tersebut.
Sebab dalam menjalankan startup keuntungan dan kerugian adalah 2 hal pasti yang akan kalian dapatkan. Dan untuk dapat melihat dan memastikan apakah startup yang kalian jalankan tersebut pantas untuk dilakukan dan dilanjutkan atau tidak adalah dengan melakukan perhitungan Return on Investment (ROI) nya.
Cara Menghitung Return on Investment (ROI) dalam Startup
Setelah mengetahui apa itu Return on Investment (ROI) dalam startup dan seberapa penting peran Return on Investment (ROI) bagi kalian yang ingin dan akan menjalankan startup, maka hal selanjutnya yang wajib untuk kalian ketahui adalah bagaimana cara untuk menghitung Return on Investment (ROI) dalam startup.
Hal yang perlu kalian perhatikan dalam melakukan perhitungan Return on Investment (ROI) dalam startup akan meliputi besaran biaya yang kalian keluarkan ketika menjalankan startup, besaran pendapatan yang kalian dapatkan dari startup kalian serta seberapa lama waktu yang harus kalian butuhkan hingga biaya yang telah kalian keluarkan tadi kalian dapatkan kembali (returned).
Berikut adalah rumus yang bisa kalian gunakan untuk menghitung Return on Investment (ROI) atas startup atau investasi yang kalian lakukan:
Return on Investment (ROI) = (Total Pendapatan Investasi – Biaya) : Biaya Investasi x 100%
Untuk lebih memahaminya, kalian bisa lihat contoh perhitungan Return on Investment di bawah ini.
Kalian membeli sebuah percetakan seharga 100 juta rupiah. Kehadiran akan mesin percetakan tersebut lantas membuat kalian bisa berhemat karena tidak perlu merekrut orang untuk membantu kalian menjalankan startup kalian. Kira-kira kalian bisa berhemat tanpa perlu menggaji 5 orang karyawan dengan gaji setiap orangnya sebesar 2 juta rupiah. Lalu, kira-kira berapakah Return on Investment (ROI) yang kalian dapatkan dalam setahun?
Perhitungannya:
Total pendapatan investasi = 5 x 2.000.000 x 12 = Rp. 120.000.000
Biaya investasi = Rp.100.000.000
Maka perhitungan dari Return on Investment (ROI) nya;
Return on Investment (ROI) = (120.000.000 – 100.000.000) : 100.000.000 x 100% = 11%
Nah, dari perhitungan Return on Investment (ROI) yang terlihat di atas, besar keuntungan yang kalian dapatkan atas startup yang kalian jalankan tersebut sebesar 11% dari modal awal yang kalian keluarkan. Dengan begitu, itu artinya kalian berhasil mendapatkan keuntungan dari startup kalian karena keuntungan yang kalian dapatkan menunjukkan angka atau nilai positif, yaitu 11%.
Berdasarkan dari perhitungan Return on Investment (ROI) yang telah dijabarkan di atas, maka diharapkan kalian bisa mengambil keputusan terbaik dan tepat ketika menjalankan startup milik kalian. Sebab kalian tidak bisa memprediksi apakah startup yang kalian jalankan bisa berhasil seperti yang kalian harapkan. Oleh karena itu, kalian perlu melakukan perhitungan Return on Investment (ROI) ini untuk bisa memperkirakannya.
Lebih kurang itulah penjelasan tentang Mengenal Apa itu Return on Investment (ROI) dalam Startup dan Cara Menghitungnya yang sudah dirangkum oleh tim dev.exacc.biz/. Jika Anda mengalami kesulitan atau ingin belajar lebih dalam, bisa mencoba menghubungi advisor dev.exacc.biz/ yang siap membantu konsultasi finance dan accounting startup Anda.
