Selalu ada aja istilah-istilah yang akan kalian dengar dan temukan ketika terjun ke dunia startup, baik itu istilah umum yang sudah sering kalian dengar maupun istilah khusus yang mungkin masih asing bagi sebagian orang. Salah satu istilah dalam dunia startup yang mungkin masih terasa asing adalah startup unicorn. Hm, istilah yang cukup unik, bukan?
Lalu, apa sih sebenarnya maksud dan arti dari startup unicorn tersebut? Serta mengapa dinamakan dengan nama startup unicorn? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan lebih jelas dan lengkap, maka kalian bisa membaca informasi selengkapnya seputar Mengenal Apa itu Startup Unicorn beserta Beberapa Contohnya di Indonesia yang bisa kalian baca di bawah ini.
Apa itu Startup Unicorn
Istilah startup unicorn pertama kali dikenalkan oleh seorang investor perusahaan startup yang juga pendiri Cowboy Ventures yang berpusat di Palo Alto, California, Amerika Serikat bernama Aileen Lee. Aileen Lee menulis sebuah artikel yang berjudul “Welcome to The Unicorn Club” yang diterbitkan pada November 2013.
Sebagaimana dalam mitologi Yunani dimana unicorn merepresentasikan hewan langka mirip kuda dengan tanduk di kepalanya yang sangat unik, istimewa dan jarang ditemukan, maka digunakanlah istilah startup unicorn ini untuk menggambarkan startup yang berhasil memiliki nilai valuasi di angka 1 miliar dollar atau setara dengan Rp 14 triliun.
Dengan nilai valuasi yang terbilang besar dan luar biasa tersebut, maka startup yang bisa mendapatkan gelar unicorn tersebut akan dianggap istimewa. Sebab tidak mudah bagi startup untuk mampu memiliki nilai valuasi sebesar itu, terutama untuk startup yang masih terbilang baru. Untuk itu, diberikanlah gelar startup unicorn kepada startup-startup yang berhasil mencapai nilai valuasi yang telah disebutkan sebelumnya sebagai tanda apresiasi karena bisa memiliki pencapaian yang luar biasa.
Selain itu, dengan diberikannya gelar unicorn kepada startup-startup yang memiliki nilai valuasi tersebut akan mempermudah kalian pemilik startup untuk menjadikannya tolak ukur atas perkembangan startup milik kalian tersebut sekaligus untuk menarik minat dan perhatian para investor untuk mau berinvestasi di startup kalian karena memiliki potensi untuk terus berkembang dan mampu bersaing dengan para kompetitornya.
Beberapa Contoh Startup Unicorn di Indonesia
Di Indonesia sendiri, jumlah startup setiap tahunnya selalu mengalami pertambahan, sebab semakin banyak kaum muda-mudi yang tertarik dan berminat untuk terjun dan mencicipi dunia startup. Berikut ini adalah beberapa contoh startup di Indonesia yang sudah berhasil memiliki nilai valuasi di angka 1 miliar dollar atau bahkan lebih sehingga diberikan gelar startup unicorn atau kesuksesannya.
- Yang pertama terdapat Gojek dimana Gojek berhasil menjadi startup di Indonesia yang berhasil mendapatkan gelar unicorn pada Agustus 2016 setelah mendapatkan suntikan dana dari investor sebesar 550 juta dollar atau setara dengan Rp 7,2 trilliun. Suntikan dana tersebut berhasil Gojek dapatkan 6 tahun sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2010. Para investor yang turut menyuntikan dananya kepada Gojek diantaranya adalah Formation Group, Sequoia Capital India hingga Warburg Pincus;
- Startup selanjutnya yang berhasil mendapatkan gelar unicorn adalah Tokopedia. Bergerak di bidang e-commerce, Tokopedia yang diluncurkan pertama kali pada tahun 2009 lalu berhasil mendapatkan gelar startup unicorn 8 tahun kemudian pada tahun 2017 setelah mendapatkan suntikan dana dari Alibaba Group sebesar 1,1 miliar dollar;
- Sama seperti Tokopedia, Traveloka juga berhasil mendapatkan gelar unicorn pada Juli tahun 2017 setelah mendapatkan suntikan dana sebesar 350 juta dollar dari Expedia yang merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang yang sama dengan Traveloka, yaitu di bidang travel dan pemesanan hotel;
- Bukalapak yang bergerak di bidang e-commerce ternyata tidak mau kalah seperti para pesaingnya di bidang yang sama, dimana Bukalapak akhirnya berhasil untuk mendapatkan gelar unicorn pada Januari 2018 setelah mendapatkan suntikan dana dari berbagai investor, seperti Emtek Group dan 500 Startups.
Dari beberapa contoh startup unicorn di Indonesia di atas, bisa disimpulkan bahwa perkembangan startup di Indonesia ternyata cukup pesat dimana startup-startup tersebut berhasil mendapatkan gelar unicorn dalam kurun waktu rata-rata di bawah 10 tahun. Selain itu, dengan banyak suntikan dana yang diterima oleh startup unicorn tersebut juga menunjukkan bahwa startup di Indonesia memiliki potensi yang cukup bagus untuk terus berkembang dan bersaing dengan startup kompetitornya.
Lebih kurang itulah penjelasan seputar Mengenal Apa itu Startup Unicorn beserta Beberapa Contohnya di Indonesia yang sudah dirangkum oleh tim dev.exacc.biz/. Jika Anda mengalami kesulitan atau ingin belajar lebih dalam, bisa mencoba menghubungi advisor dev.exacc.biz/ yang siap membantu konsultasi finance dan accounting startup Anda.
