Sebagai pemilik dan seseorang yang menjalankan sebuah startup, penting bagi kalian untuk selalu rutin melakukan pengecekan terhadap kondisi dan perkembangan dari startup kalian. Hal ini dimaksudkan agar kalian mengetahui perkembangan yang terjadi sekaligus keuntungan dan kerugian yang kalian dapatkan. Dalam hal ini, salah satu cara yang bisa kalian lakukan adalah dengan mengecek dan mencari tahu churn rate nya.
Nah, khusus bagi kalian yang belum tahu apa itu churn rate di startup beserta dengan jenis dan keuntungan saat menghitungnya, maka kami akan membagikan informasi lengkapnya kepada kalian seputar Simak Beberapa Jenis Churn Rate dan Keuntungan saat Menghitungnya di Startup. Tanpa berpanjang lebar, mari simaklah penjelasan lebih lengkapnya di bawah ini.
Apa itu Churn Rate di Startup?
Selain penting mengetahui seberapa besar perkembangan dan keuntungan yang kalian dapatkan dari startup yang kalian jalankan dan miliki, penting pula bagi kalian untuk mengetahui seberapa besar kerugian atau pengurangan dari keuntungan yang kalian dapatkan. Di dunia startup, istilah untuk mencari tahu dan menghitung kerugian atau pengurangan tersebut biasa disebut dengan churn rate.
Istilah churn rate di dunia startup adalah sebuah cara atau indikator yang bisa kalian pergunakan untuk mencari tahu dan mengetahui seberapa banyak kira-kira jumlah pengurangan dari pelanggan atau pembeli yang memakai layanan dan jasa startup kalian dalam jangka waktu tertentu, bisa untuk jangka waktu bulanan, kuarter maupun tahunan. Sebab, tidak selamanya startup kalian akan menghasilkan keuntungan.
Dengan mengetahui churn rate dari startup yang kalian jalani, maka kalian pun dapat mengetahui seberapa besar kerugian yang mungkin akan kalian hadapi. Di samping itu kalian juga bisa mencari tahu penyebab yang membuat pelanggan atau pembeli berhenti memakai layanan dan jasa startup kalian sehingga kalian dapat mencari solusi yang tepat untuk menarik kembali para pelanggan atau pembeli tersebut untuk memakai layanan dan jasa startup kalian lagi.
Tingginya tingkat dari churn rate yang dimiliki oleh startup kalian tentunya akan sangat berpengaruh terhadap keuntungan dan pendapatan yang akan kalian dapatkan. Sebab keuntungan dan pendapatan yang kalian dapatkan tersebut semuanya berasal dari para pelanggan atau pembeli yang memakai layanan dan jasa kalian. Jadi, sudah pasti jika tingkatnya semakin tinggi, maka pendapatan startup kalian akan semakin rendah.
Beberapa Jenis Churn Rate dan Keuntungan saat Menghitungnya di Startup
Berdasarkan dari jenisnya, churn rate di startup sendiri dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu yang pertama customer churn rate alias churn rate pelanggan atau pembeli dan employee churn rate alias churn rate pekerja yang bekerja di sebuah startup. Untuk penjelasan selengkapnya, simaklah di bawah ini.
- Customer churn rate alias churn rate pelanggan atau pembeli adalah jenis churn rate dimana indikator yang akan menunjukkan jumlah pengurangan pelanggan atau pembeli yang memakai layanan dan jasa startup kalian dalam jangka waktu tertentu. Misalnya, bila startup kalian menyediakan layanan dan jasa berupa penggunaan Saas (software as a service) atau aplikasi online, maka churn rate nya akan diartikan sebagai para pengguna yang berhenti memakai Saas atau aplikasi online milik startup kalian. Sementara bila startup kalian berupa sebuah e-commerce, berarti churn rate nya adalah para pengguna yang tidak melakukan pembelian apapun dalam jangka waktu tertentu, misalnya selama 30 hingga 60 hari;
- Jenis churn rate yang kedua adalah employee churn rate yang akan menunjukkan seberapa banyak jumlah pekerja yang berhenti dan keluar dari sebuah startup dalam jangka waktu tertentu, biasanya dihitung dalam waktu 1 tahun. Karena dapat berdampak terhadap produktivitas, kinerja, pertumbuhan dan perkembangan sebuah startup, maka penting bagi kalian untuk memperhatikan churn rate employee ini agar tidak terlalu tinggi.
Selain untuk menunjukkan seberapa besar kerugian atau pengurangan dari keuntungan yang kalian dapatkan dalam menjalankan sebuah startup, ternyata menghitung churn rate juga memberikan keuntungan yang bisa kalian gunakan untuk perkembangan dari startup kalian loh.
Dengan menghitung churn rate, kalian bisa mengetahui kondisi dan perkembangan dari startup kalian sekaligus mengetahui apa yang menyebabkan para pelanggan atau pembeli berhenti memakai layanan dan jasa startup kalian. Jadi, kalian bisa mengevaluasi startup kalian dan mencari solusi terbaik yang tepat untuk menarik kembali minat para pelanggan atau pembeli untuk memakai layanan dan jasa startup kalian lagi.
Dengan begitu churn rate startup kalian bisa menurun dan mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin seperti yang kalian harapkan serta tidak kehilangan para pelanggan atau pembeli setia lagi.
Lebih kurang itulah penjelasan seputar Simak Beberapa Jenis Churn Rate dan Keuntungan saat Menghitungnya di Startup yang sudah dirangkum oleh tim Exacc.biz. Jika Anda mengalami kesulitan atau ingin belajar lebih dalam, bisa mencoba menghubungi advisor Exacc.biz yang siap membantu konsultasi finance dan accounting startup Anda.


