Beberapa diantara kalian pasti pernah atau bahkan sering mendengar tentang UMKM dan startup, bukan? Identiknya, UMKM dan startup pasti akan dikaitkan dengan dunia bisnis dimana sama-sama merupakan sebuah kegiatan dan aktivitas tentang bisnis dan usaha. Meski sekilas terlihat sama, nyatanya antara UMKM dan startup memiliki banyak perbedaan yang cukup mencolok loh.
Untuk menggali lebih dalam seputar perbedaan antara UMKM dan startup yang belum kalian ketahui, maka kami telah merangkum informasi khusus untuk kalian tentang Simak Perbedaan antara UMKM dan Startup yang Wajib Kalian Ketahui yang bisa kalian baca dan pahami selengkapnya di bawah ini.
Beberapa Perbedaan antara UMKM dan Startup
- Perbedaan pertama yang paling terlihat mencolok antara UMKM dan startup terdapat pada jenis ide yang dimiliki oleh keduanya. Pada startup, biasanya ide-ide yang mendasari didirikannya sebuah startup bersifat eksperimental dimana tujuan utama yang ingin dicapai oleh sebuah startup adalah untuk menguji model sebuah bisnis yang belum ada sebelumnya. Itu sebabnya, kebanyakan dari startup yang banyak bermunculan di masyarakat saat ini fungsinya sangat beraneka ragam yang turut memudahkan dan menginovasi gaya hidup kalian.
Salah satu contoh startup yang telah sukses dalam menjalankan fungsinya dalam memudahkan dan menginovasi gaya hidup kalian adalah Google. Sedikit berbeda dengan ide yang mendasari didirikannya startup, pada UMKM biasanya kalian mendirikan UMKM dimaksudkan untuk mencari dan menghasilkan keuntungan terbaik yang kalian bisa dapatkan. Meski begitu, bukan berarti UMKM yang kalian dirikan tidak memiliki inovasi dalam perkembangannya. Kalian tetap membutuhkan inovasi dan kreativitas untuk mengembangkan sebuah UMKM, hanya saja mungkin ide dan inovasi yang dimiliki oleh sebuah UMKM tidak seekstrim dan tidak seunik dengan ide dan inovasi yang dimiliki oleh sebuah startup;
- Visi akhir yang dimiliki oleh UMKM dan startup juga merupakan salah satu perbedaan yang cukup mencolok yang bisa kalian lihat dan perhatikan diantara keduanya. Jika visi akhir yang kalian inginkan untuk inovasi dan kreativitas yang kalian miliki adalah untuk terus tumbuh dan berkembang hingga batas yang cukup luas hingga menguasai dunia, maka inovasi dan kreativitas yang kalian miliki tersebut akan lebih cocok disandingkan dengan startup. Sebab dalam mendirikan dan menjalankan sebuah startup, kebanyakan dari kalian pasti memiliki tujuan visi akhir yang tidak cukup hanya menjadi seorang bos saja, kalian akan menginginkan sesuatu yang lebih besar dan luas lagi, yaitu seperti menguasai dunia.
Meskipun mungkin terdengar berlebihan, tetapi hal tersebut memang sejalan dan sesuai dengan pernyataan yang diberikan oleh Steve Blank yang dikutip oleh General Assembly. Maka dari itu, dalam pertumbuhan dan perkembangannya tak jarang sebuah startup akan terus mengalami perubahan dan perubahan demi mencapai tujuan akhir paling sempurna dan terbaik yang bisa mereka capai dan dapatkan.
Hal ini sangat berbeda sekali dengan visi akhir yang dimiliki oleh UMKM, dimana biasanya kalian yang mendirikan UMKM hanya fokus untuk memberikan kesejahteraan di tingkat lokal saja sebagai visi akhirnya. Dan juga biasanya pada UMKM tujuan akhirnya adalah tetap bisa berjalan dan jualan dengan stabil dan bertahan dalam jangka waktu yang lama.
Sementara pada startup, tujuan akhirnya adalah untuk terus bisa mengembangkan usahanya menjadi lebih besar dan luas hingga ke penjuru dunia dan diakui oleh banyak orang hingga akhirnya startup tersebut bisa melakukan IPO (Initial Public Offering);
- Perbedaan lainnya yang cukup mencolok yang dimiliki antara UMKM dan startup terletak pada resiko yang harus dihadapi oleh kedua jenis bisnis tersebut. Diantara kedua jenis bisnis tersebut, startup memiliki resiko yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan UMKM. Hal ini disebabkan karena ide, konsep dan inovasi yang dicoba dan dikembangkan oleh sebuah startup jauh lebih kompleks dan ekstrim dimana terkadang merupakan sebuah ide, konsep dan inovasi baru yang belum pernah dicoba dan dikembang oleh siapapun. Sehingga tidak ada petunjuk dan pedoman khusus yang bisa dijadikan patokan untuk bisa berhasil mengembangkannya. Namun, bukan berarti UMKM tidak memiliki resiko dalam proses pembangunan dan pengembangan bisnisnya. Hanya saja mungkin resikonya tidaklah sebesar resiko yang dimiliki oleh startup.
Lebih kurang itulah penjelasan tentang Simak Perbedaan antara UMKM dan Startup yang Wajib Kalian Ketahui yang sudah dirangkum oleh tim Exacc.biz. Jika Anda mengalami kesulitan atau ingin belajar lebih dalam, bisa mencoba menghubungi advisor Exacc.biz yang siap membantu konsultasi finance dan accounting startup Anda.


